Monday, September 15, 2014

ASMA ANAK, bedakah dengan dewasa?



Oleh dr Subagyo,Sp.P
Dokter Spesialis Paru
RS Pertamina Balikpapan


Asma merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, bisa menyerang siapa saja tanpa memandang ras, jenis kelamin, pendidikan maupun usia. Dalam beberapa dekade terakhir kejadian asma makin meningkat di banyak negara, terutama pada anak-anak. Manifestasi asma sangat bervariasi, dari keadaan sangat ringan yang tidak terdeteksi sampai muncul dalam kondisi yang sangat berat. Bila tidak terkontrol penyakit ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa berakibat fatal.

Asma adalah penyakit kronik saluran napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam dan/atau dinihari. Episodik tersebut berhubungan dengan penyempitan saluran napas dan umumnya sembuh kembali dengan atau tanpa pengobatan. Saluran napas pasien asma bersifat hiper-reaktif yaitu memberikan reaksi berlebihan jika terpajan dengan faktor pencetus (lihat box faktor pencetus). Anak dengan asma biasanya disertai riwayat atau bakat alergi pada diri atau keluarganya.

Apa yang terjadi pada saluran napas penderita asma? Ada tiga peristiwa yang saling menguatkan satu dengan lainnya, yaitu otot dinding saluran napas mengkerut, dinding saluran napas membengkak dan saluran napas terisi banyak lendir. Ketiga peristiwa tersebut menyebabkan saluran napas menyempit. Penyempitan saluran napas inilah yang menyebabkan gejala asma berupa batuk (grok-grok, krok-krok atau krek-krek), frekuensi napas menjadi cepat, napas berbunyi ngiik … ngiiik … (mengi), sesak napas, sakit dada, anak gelisah atau kebiruan di mulut dan sekitarnya.

Pengobatan asma bertujuan mendapatkan kondisi asma yang terkontrol (lihat box tujuan pengobatan asma) yaitu keadaan optimal yang menyerupai orang sehat sehingga penderita dapat melakukan aktivitas harian seperti orang normal dan ini berarti meningkatkan kualitas hidup penderita. Keberhasilan penatalaksanaan asma ditentukan oleh berbagai faktor, Tiga faktor terpenting adalah faktor tenaga medis, faktor penderita dan faktor obat-obatan. Tenaga medis berperan dalam memastikan penyakit asma, menentukan obat yang sesuai dengan beratnya penyakit dan melakukan edukasi tentang asma kepada pasien dan keluarganya. Faktor penderita pada pasien asma anak lebih banyak diperankan oleh orang tua atau keluarga (lihat box peran orang tua). Pada asma anak, peran orang tua jauh lebih penting daripada peran dokter. Sayangnya orang tua sering mempunyai pandangan yang salah tentang penyakit anaknya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mereka sering underestimate mengenai beratnya penyakit asma dan sebaliknya mereka overestimate mengenai terkontrolnya penyakit asma anaknya. Karena itu perlu dikembangkan kerjasama antara dokter, anak yang asma dan keluarganya sehingga terjadi komunikasi, informasi dan edukasi tentang asma secara optimal.

  Faktor pencetus
  1. Alergen
    1. Debu rumah
    2. Tungau debu rumah
    3. Bulu binatang: anjing, kucing, ayam, burung.
    4. Kecoa
    5. Kapuk 
  1. Makanan
a.       Dingin
    1. Coklat
    2. Kacang tanah
    3. Tomat
    4. Rambutan
    5. Mengandung MSG 
  1. Asap
    1. Rokok
    2. Obat nyamuk: dibakar, disemprot, listrik/elektrik
    3. Dapur
    4. Hairspray
    5. Deodorant
    6. Bau yang tajam
    7. Pengharum ruangan
    8. Pembakaran sampah 
  1. Infeksi saluran napas akut (ISNA) :
    1. ISNA Atas, sering karena virus
    2. ISNA Bawah, sering karena virus
    3. Influenza
    4. Sinusitis
  1. Perubahan cuaca
    1. Permulaan musim hujan
    2. Akhir musim hujan
    3. Dingin, hujan terus
    4. Dan lain-lain
  1. Polusi udara luar :
    1. SO2
    2. Asap kendaraan: Diesel, Asap pabrik 
  1. Kegiatan jasmani
    1. Berlari
    2. Naik sepeda
    3. Berenang
    4. Dan lain-lain 
  1. Naiknya isi lambung ke esofagus / gastroesofageal refluks (GER) terjadi bila penderita tidur datar
  2. Psikis
    10.   Kombinasi

Tujuan pengobatan asma:
         Tidur anak tidak terganggu
         Dapat aktif termasuk olah raga seperti anak sebayanya
         Gejala siang/malam tidak ada atau sesedikit mungkin
         Fungsi atau kerja paru-paru seoptimal mungkin
         Pemberian obat seperlunya
         Mencegah efek samping obat
         Anak dapat tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan potensi genetiknya

Peran orang tua:
         Mencari  dan mengendalikan pencetus serangan asma dan hal-hal yang dapat memberatkan asma
         Penyediaan obat dan pemberian obat yang waktu, cara dan lamanya tepat
         Pengenalan tanda-tanda awal serangan
         Mengetahui kapan harus membawa anaknya ke dokter, RS atau UGD
         Menjaga kesehatan pada umumnya
         Membina suasana keluarga
         Memantau kemajuan/kemunduran keadaan asma anak


Tips anggota keluarga menyikapi anak asma 

  1. Pastikan sesak anak karena asma karena tidak semua mengi pada anak balita disebabkan oleh asma
  2. Anak asma tidak harus dari keluarga asma
  3. Faktor pencetus serangan asma pada setiap anak bisa berbeda dengan anak lain maka faktor pencetus serangan asma pasien lain harus dibuktikan dulu sebelum dihindari
  4. Faktor pencetus serangan asma bisa lebih dari satu.
  5. Pengendalian lingkungan memang tindakan yang tidak gampang, tetapi sangat penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam penanggulangan asma.
  6. Kenali obat asma dengan baik, ada dua kelompok obat dengan fungsi yang berbeda. Obat pelega digunakan kalau diperlukan, saat serangan asma datang. Obat pengendali digunakan secara rutin, umumnya 2 kali sehari. Sekarang sudah ada kombinasi obat yang bisa digunakan baik untuk pelega maupun pengendali

No comments:

Post a Comment